Avenged Sevenfold ‘Membakar’ Pengunjung Senayan

Penampilannya kali ini lebih akrab dibanding setahun lalu.

”Saya katakan kalau A7X sangat senang dengan Jakarta,” M Shadows, vokalis grup band Avenged Sevenfold, berseru di bawah guyuran sinar hijau yang temaram di bagian muka panggung. ”Yeahhh…,” suara kor massal dari ribuan penonton yang memadati Tennis Indoor Jakarta, Rabu (22/10) malam, langsung bergemuruh.

Adrenalin penonton yang sebelumnya sudah dibakar dengan dua single cadas, Critical Acclaim dan Afterlife, semakin bertambah panas saat mendengar sapaan pembuka dari pentolan grup band asal Huntington Beach, California, Amerika Serikat (AS), tersebut. Malam itu, sekitar empat ribu penonton memang benar-benar dimanjakan oleh grup band idola mereka lewat obrolan dengan bahasa slank ala anak muda Amerika, ataupun aksi panggung dengan musik yang sangat mengusik gendang telinga.

Saat disuguhkan penampilan tunggal sang gitaris Synyster Gates, yang asyik “bergumul” dengan gitarnya di atas panggung, keadaan panggung semakin menggila. Sementara personel lain beranjak meninggalkan panggung. Berselang lima menit, penonton kembali menggila saat personel lainnya kembali ke panggung dan menggebrak Tennis Indoor untuk kesekian kalinya.

“I tell ya, A7X fukkin love Jakarta, dya know thatt!?!?,” ujar M. Shadow sang vokalis dengan suara khasnya dalam konsernya di Tennis Indoor Senayan, Rabu (22/10/2008).

Sang basist, Johnny Christ pun memperdengarkan suaranya di lagu ‘Seize the Day’. Ketika Synyster gates sang gitaris unjuk kebolehan, penonton pun makin histeris.
Mereka tak mau melewatkan momen tersebut dan mengabadikannya dengan ponsel.


“We’re Back, This is the dream comes true. I promise you..we’ll meet again soon!!,” jelasnya. Tiba-tiba panggung hening selama 2 menit penonton bersorak. A7X pun kembali dengan ‘Gunslinger’.
M. Shadow, Zacky Vengeance, Synyster Gates, The Rev dan Johnny Christ banyak berinteraksi dengan penonton.
Berkali-kali penonton pun menjawab suara mereka dengan teriakan histeris…

Seakan ingin mengakrabkan diri dengan penonton, sesekali sang vokalis berusaha berkomunikasi. Sang vokalis sempat mengucapkan, “I Love You Jakarta”, yang kemudian disambut teriakan histeris pecinta
heavy metal yang hadir di sana.

Penampilan Avenged Sevenfold atau biasa diakronimkan A7X di Jakarta sebenarnya bukanlah kali pertama. Hampir setahun lalu, grup yang memiliki formasi anyar M Shadows (vokal), Zacky Vengeance (gitar), The Reverend (drum), Johnny Christ (bass), dan Synyster Gates (gitar) ini sudah pernah menghibur para penonton di Jakarta. Namun bedanya, pada saat itu Shadows dengan kawan-kawan tidak terlalu banyak mengumbar kata ceplas-ceplosnya kepada para penggemarnya.

”Sekarang ini lebih seru, lebih cadas. Permainan mereka juga bagus. Pokoknya, beda banget deh. Gue sampai keliling-keliling nontonnya,” kata Imran, salah seorang penonton yang masih berstatus mahasiswa dengan peluh yang masih tampak di bagian wajahnya.

Meski tampil lebih prima pada panggung keduanya, namun lagu yang disuguhkan oleh A7X justru terasa lebih sedikit dibanding saat mereka manggung Agustus tahun lalu. Kali ini, A7X hanya menyajikan 10 single terbaik yang berasal dari dua album terakhir mereka. Cindy, salah seorang penonton remaja belia lainnya, justru sangat menyayangkan ‘pelitnya’ A7X pada penampilan kali ini.

”Mengapa hanya 10 lagu yang dibawakan,” Cindy menyesalkan. ”Padahal, kan keren banget. Gue merasa masih kurang dua lagu lagi yang belum dengar,” Cindy kembali menambahkan seraya menyebut tembang Dear God yang kini sedang menjadi lagu terfavorit dari A7X.

Terlepas dari kesan ‘pelit’, namun secara umum penampilan kelompok musik ini patut diacungi jempol. Apalagi, aksi panggung mereka kali ini sangat disokong dengan sound yang terasa lebih ‘nyaring’. Sehingga, tidak mengherankan jika Shadows merasa sangat senang tampil di Jakarta, karena para penonton hampir di setiap lagu selalu memberikan respons meriah.

Namun, hanya seisap rokok saja, suara kor massal dari para penonton yang tadinya jelas terdengar langsung tenggelam ketika sound melodi gitar dan ketukan drum berubah menjadi heavy metal. Tensi Penonton yang tadinya mulai turun, akhirnya kembali lagi mengangkat tangan ke udara sambil melompat-lompat mengikuti beat yang mengalun sangat progresif. Sebagai persembahan pamungkas, A7X memberi sebuah tembang Little Piece of Heaven.

Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun, Avenged Sevenfold menggelar konser di Jakarta sebagai rangkaian konser album terbaru mereka. Ironisnya, menurut selentingan kabar, album ini tidak dijual di Indonesia.

 

Di penghujung konser, penonton teriak meminta lagu ‘Dear God’, namun sayang band asal Calhfornia itu tak mengabulkannya.

Sementara itu, sebelum A7X tampil, grup rock asal Indonesia, Jibriel, mendapat kesempatan mengisi panggung. Sayang, penampilan Ozzy (vokal), Nara (gitar), Zaindra (gitar), Namora (bass), dan Fahri (drum), kurang mendapat apresiasi yang baik dari penonton. Bahkan, pada saat Jibriel tampil, sebagian penonton ada yang berseru agar Ai–sapaan akrab Fahri yang juga putra dari rocker senior Ahmad Albar–bersama grup bandnya segera turun panggung lebih awal. Meski mendapat ‘teror’ semacam itu, Jibriel tetap mampu menuntaskan penampilannya dengan memberikan lagu-lagu mereka yang terasa ‘gelap’ dan cadas.

dikutip dari http://www.republika.co.id/koran/0/9765.html  dan psychosocials.blogspot.com/2008/10/konser-avenged-sevenfold-singkat-penuh.html

2 Comments »

  1. brigadirzee Said:

    huun .

    luvv you .
    luvv a7x fooeva .

  2. dizt Said:

    cha…q gnti blog…tlg dgnti linknya yahhh


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.